Aku mengenalnya Beby, kau jangan tanya yang lain. Ciri-ciri yang kau tunjukkan memang mirip dan hampir sama. Kenapa kau ingin tahu soal dia. Apakah dia punya hubungan denganmu, atau kau hanya ingin mencari-cari sesuatu untuk menyebak aku. Kau jangan coba-coba mempengaruhi aku. Kalaupun itu memang Beby, aku tak mau memberikan keterangan yang kau mau. Karena sudah lama aku tak menjalin hubungan dengan Beby, bahkan aku sudah tak tahu bagaimana kabarnya dia.
Kalaupun dia bukan bernama Beby. Aku tak peduli dan bahkan tak ingin konfermasi padanya. Sudahlah, kau jangan memburu aku untuk memberikan keterangan. Lagi pula, untuk apa kau mengusik keberadaannya. Biarlah dia menjalani keinginannya sendiri. Biarlah dia menekuni bidangnya. Kalaupun dia berhasil, itu karena jerih payah dan pengorbanannya. Kenapa kau ingin tahu tentang dia? Lagi pula, apa untungnya kalau kau sudah tahu tentang dia.
Aku mengenalnya Beby, poster yang kau bawa memang mirip. Rambutnya, hidungnya, bibirnya, bentuk tubuhnya. Tapi, nama yang kau bawa tak aku kenal. Apa mungkin ada dua nama orang satu. Kau pergi meninggalkan poster. Setalah aku tak mau memberi keterangan yang kau mau. Poster aku pandang dengan teliti. Aku menarik nafas, dalam dan dalam sekali. Sebenarnya ada apa dengan Beby?
Terus terang, poster itu memang poster Beby. Tapi dalam poster itu tertulis nama lain. Nama yang tak pernah aku dengar dan bahkan tak aku kenal. Mungkinkah nama itu nama Beby yang asli. Atau orang lain yang sengaja membuat poster Beby dengan namanya sendiri.
....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar