Jumat, 30 September 2011

Seorang Koruptor Masuk Bui

langkahnya guntai terpapah petugas anti korupsi
teriringi langkah pengamanan begitu ketat sekali
menyimpan beribu teka-teki
dalam langkahnya yang guntai
menyebar senyum berarti
pada peliput pencari berita  hari

seorang koruptor masuk bui
menerima keputusan sidang tempo hari
bukanlah mimpi buruk yang ditakuti
tapi sebuah kenyataan yang disenangi
karena di dalam bui tak berarti
kebebasannya terbatasi
keiningannya tak terpenuhi

seorang koruptor di dalam bui
kehidupannya makin terjaga sepanjang hari
biarpun tak ke mana pergi
masih bisa memenuhi keinginannya sendiri
bahkan mampu menebar simpati
pada semua penghuni

dengan bermilyar hasil dari korupsi
menerima hukuman baginya bukan mimpi
yang harus ditakuti
yang harus dihindari
karena di dalam bui surga tersendiri
hidup terjaga sepanjang hari

seorang koruptur yang masuk bui
kehidupannya tak terbatasi
seperti pencuri ayam yang masuk bui
malam tidur dilantai tanpa selimut menemani
bagaimana kalau koruptor yang masuk bui?

...^_^...




Do'a Orang Tua

terus mengalir tak pernah berpikir
bagaimana tingkah polah anaknya
yang sekarang sudah berani bercinta
di ruang terbuka metropolita

komat kamit berdoa membentur langit
berharap anaknya tak salah arah
dari tujuan awal meninggalkan rumah
menuntut ilmu jadi manusia ilmiah

siang malam tak hanya do'a dipanjatkan
kerja banting tulang memenuhi kebutuhan anaknya
yang setiap bulan harus dikirimkan
dimana anaknya sedang menjalankan
studi keinginan yang lama disimpan
jadi seorang seniman beneran

jauh jarak hanya berita diterima
anak berkabar benar tidaknya
orang tua hanya mampu menerima
sambil berdoa kepada yang kuasa
kabar anaknya bukan rekasaya
hanya untuk menyenangkan orang tua

do'a orang tua mengalir membasahi waktunya
bukan jaman yang berubah membuat anaknya
lupa pesan orang tua sebelum berangkat ke kota
tuntut ilmu niat utama harus dijaga

komat kamit do'a orang tua
membentur langit terpantul realita
anaknya tak lagi sejalan dengan harapan orang tua
tinggalkan kampung halaman tujuan utama
menuntut ilmu pulang jadi sarjana
bukan jadi orang yang terhina

...^_^...

Rabu, 28 September 2011

Af........Tergenggam Terlepas

Seiring detak waktu bergulirnya roda menggilas peradaban. Perubahan tak mungkin terhindari, dan harus aku terima walau terkadang menimbulkan sesal diri. Af.....tergenggam terlepas tak mungkin bisa diam, tak bergerak, dan aku harus meningkatkan kesabaran, kesetiaan kalau masih ingin bersamanya. Af.....tatkala tergenggam begitu manja, begitu sayang, begitu penuh perhatian, dan menumpahkan segala perasaannya. Tatkala itulah, aku menemukan sebuah ketulusan cinta yang sudah lama terimpikan.

Sayang, tatkala terlepas tak tergenggam. Af.....selalu berpolah yang membangkitkan cemburu dendam, membangkitkan kejengkelan. Aku harus kuat melihat dan menerima apa yang dilakukannya. Walau perasaan terasa tersiksa, tapi aku tak mungkin melarangnya, karena Af....punya hak asasi yang tak mungkin bisa aku ambil paksa. Aku tak mau melarang hak asasi seseorang, walaupun aku harus menahan perasaan yang begitu berat terasakan.

Af......tergenggam terlepas begitu aku rasa selama menjalin tali ikatan, dan tali itu kadang terasa kuat mengikat, tapi kadang terasa longgar yang membuat aku kwatir Af....berpaling ke yang lain, karena banyak kumbang-kumbang lanang yang lebih berharga, yang lebih mapan, yang lebih punya, dan bahkan yang lebih mempunyai sayap untuk terbang leluasa. Sebuah kwatiran yang aku kira cukup beralasan, karena aku hanyalah kumbang lanang yang kurang bisa memberikan kedamaian sebagaimana mestinya. Aku hanyalah kumbang lanang yang hanya bisa berkata cinta, tapi tak bisa memberikan harta.

Tergenggam terlepas, Af.....selalu membuatku penasaran, selalu membuatku tak mengerti dengan apa yang dikehendakinya. Bila tergenggam begitu mesra penuh kerinduannya ditumpahkan. Bila terlepas, selalu menggoda perasaan, dan seakan tak punya konsisten dengan apa yang pernah dikatakan. Af.....ah......!

Minggu, 25 September 2011

Hanya Sebuah Konsep

KONSEP STUDI SYAIR

RUMPUN KATA MERUMPUN BANGSA

OLEH: SITI CHAIRANI



KONSEP STUDI SYAIR

A.   TEMA : MERAJUT KATA BERMAKNA MENGAKTUALISASIKAN DALAM PERTUNJUKAN SASTRA

B.   PENGANTAR
Berawal dari sebuah kepedulian terhadap kurangnya minat studi syair, dalam arti menyusun atau merajut kata (syair) yang bermakna dan mengaktualisasikan dalam sebuah pertunjukan (performent art) yang ada di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa ISI Jogjakarta, dan masyarakat pada umumnya. Maka perlu adanya sebuah konsep studi syair yang harus dibuat serta dilaksanakan oleh mahasiswa ISI Jogjakarta, untuk menjawab betapa pentingnya studi syair tersebut.
Memang semua orang bisa menulis, apalagi mahasiswa. Tapi tidak semua orang akan mempu membuat tulisan yang baik, tidak semua mahasiswa mampu membuat syair. Apalagi mengaktualisasikan syair/puisi dalam sebuah pertunjukan sastra. Karena tidak semua orang yang mampu membaca atau mengaktualisasikan karya sastra (syair) akan mampu memberikan sebuah pertunjukan yang menarik dan enak dinikmati.
Sudah barang tentu, kesemuanya itu memerlukan proses, memerlukan latihan. Tanpa adanya proses atau latihan. Apa yang akan dilakukan pasti hasilnya kurang maksimal. Begitu juga dalam studi syair, tidak hanya cukup satu atau dua hari saja. Memang untuk memberikan teori hanya cukup satu dua hari, tapi untuk mendapatkan hasilnya harus berani melakukan proses dan latihan yang konsisten. Pantang menyerah dan putus asa, karena studi syair dan apalagi mengaktualisasikannya dalam pertunjukan (performent art).
Untuk sebagai tahap awal sebagaimana terpaparkan di atas. Perlu diadakan workshop sehari yang dilanjutkan dengan pertunjukan sastra, sebagai langkah awal yang harus ditindaklanjuti oleh mahasiswa ISI Jogjakarta khususnya, masyarakat pecinta seni pada umumnya.
C.   MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari kegiatan workshop dan pertunjukan sastra adalah sebagai berikut:
  1. Menggali potensi kepenulisan mahasiswa dan masyarakat
  2. Mengapresiasikan  syair/puisi lewat pertunjukan sastra

D.   TARGET DAN SASARAN
Target dari kegiatan ini adalah keterlibatan seluruh mahasiswa ISI Jogjakarta khususnya, guru bidang studi kesenian, dan masyarakat pecinta seni

E.   KONSEP ACARA
Konsep studi syair yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Workshop sehari tentang apresiasi syair/puisi dan sekaligus mempraktekkan menulis syair/puisi, dengan nara sumber seorang penyair/sastrawan.
  2. Pertunjukan sastra
Peserta workshop membaca syair/puisi, yakni menampilkan karya satra dalam sebuah pertunjukan (performent art)
F.    SUSUNAN ACARA
Adapun susunan acara  adalah sebagai berikut:
  1. Workshop Sehari
Jam
Acara
Penanggung Jawab
07.30 – 08.00
Registrasi Peserta
Panitia
08.00 – 10.00
Pembukaan
Panitia
10.00 – 11.00
Materi workshop
Panitia
11.00 – 12.30
Praktek menulis syair
Panitia
12.30 - ………
Evaluasi/Penutup
Panitia

  1. Pertunjukan Sastra (Performent Art)
Jam
Acara
Penanggung Jawab
19.00 – 19.30
Pembukaan
Panitia
19.30 – 20.00
Sambutan
Panitia
20.00 – 22.15
Penampilan
Panitia
22.15 – 23.30
Evaluasi/diskusi
Panitia
22.30……….
Penutup
Panitia

G.   KEPANITIAAN
Susunan Kepanitiaan adalah sebagai berikut:
Pelindung                                                           : ………………………………………..
Penanggung Jawab                             : ………………………………………..
 
Ketua Panitia                                          : ……………………………………
Sekretaris                                                : ……………………………………
Bendahara                                              : ……………………………………
Sie Acara                                                 : …………………………………….
Sie Publikasi dan Dokumentasi         : ……………………………………
Sie Keamanan dan Perlengkapan    : ………………………………………
Sie Konsumsi                                         : ………………………………………

H.   ANGGARAN KEGIATAN (Terlampir)

I.      SPONSHORSIP
Sponsorship sangat diharapkan dalam kegiatan ini, selain meramaikan event sekaligus menjadikan kegiatan ini menjadi makin greget ,heboh dan meriah untuk disaksikan dan kami menawarkan bentuk kerjasama kepada sponsorship


1)    Sponshor Tunggal
Apabila menjadi sponsor tunggal dalam rangkaian kegiatan acara ini.akan mendapat bentuk penawaran ekslusif dengan kompensasi pembiayaan 100% dari kekurangan dana yang dibutuhkan yaitu Sebesar Rp. 2.625.000,- , dan dikukuhkan dengan perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak.adapun kompensasi yang kami berikan. Dengan kompensasi sebagai berikut:
-       Sponshor Tunggal akan diberikan stand khusus untuk memperkenalkan produknya.
-       Sponshor Tunggal akan diperbolehkan memasang spanduk denagn ukuran 2 x 2 meter dan juga umbul-umbul lembaganya sebanyak 15 buah di tempat penyelenggaraan acara.
-       Nama ataupun logo Sponshor Tunggal akan diikutsertakan dalam pembuatan Banner, Kaos panitia, Piagam Penghargaan.
-       Pihak penyelenggara menjamin tidak ada sponshor lain selain sponshor tunggal.

2)    Sponshor Utama
Sponshor Utama menanggung kompensasi pembiayaan 75% dari kekurangan dana yang dibutuhkan  dan dikukuhkan dengan perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak. Adapun kompensasi yang kami berikan:
-       Pencantuman nama ataupun logo sponshor Utama di dalam Banner, kaos panitia maupun piagam lebih besar daripada nama atau logo sponshor biasa.
-       Sponshor Utama diberikan satu tempat khusus untuk stand guna memasarkan produknya.
-       Sponshor Utama diperbolehkan memasang spanduk ukuran 2 x 2 meter dan umbul-umbul sebanyak 10 buah.

3)    Sponshor Biasa
Sponshor biasa menanggung kompensasi pembiayaan dari kekurangan dana sebesar 50% dari kekurangan dana yang dibutuhkan  dan dikukuhkan dengan perjanjian tertulis yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan kedua belah pihak. Adapun kompensasi yang kami berikan:
-       Pencantuman nama ataupun logo sponshor Utama di dalam Banner, kaos panitia maupun piagam.
-       Sponshor biasa diperbolehkan memasang umbul-umbul sebanyak 3 buah

J.   PENUTUP
Demikian konsep studi syair yang bisa saya kerjakan semoga memperoleh perhatian sebagaimana mestinya





                                                                       Jogjakarta, 25 September 2011
SITI CHAIRANI








ANGGARAN BIAYA KEGIATAN
A.   Kesekretariatan & Administrasi
No
Uraian
Rupiah
1.
Pembuatan proposal 20 buah @ 10.000,-
Rp.         200.000,-
2.
Stempel 1 buah
Rp.          25.000,-
3.
Publikasi dan Dokumentasi
Rp.        150.000,-
4.
Perijinan
Rp.        200.000,-
5.
Keamanan
Rp.        150.000,-
Jumlah
Rp.        725.000,-
B.   Workshop Sehari
No
Uraian
Rupiah
1
Foto copy makalah
Rp.        100.000,-
2.
Sertifikat
Rp.        150.000
3.
Blok Note
Rp.        150.000,-
4.
Sewa gedung dan kursi
Rp.        500.000,-
5.
Narasumber
Rp.        500.000,-
6.
Moderator
Rp.        150.000,-
7.
Lain-lain
Rp.       100.000,-
JUMLAH
Rp.     1.550.000,-
C.   Performent Art
No
Uraian
Rupiah
1.
Sound system
Rp.        200.000,-
2.
Sewa pentas
Rp.        400.000,-
4.
Konsumsi
  1. Kue  2 x 200 x 1.500,-
  2. Aqua 5 dus @ 10.000,-

Rp.        600.000,-
Rp.          50.000,-
5.
Lain-lain
Rp.        100.000,-
Jumlah
Rp.     1.350.000,-

Jumlah total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 2.625.000,-




Senin, 19 September 2011

Menjaga Malam Menikmati Rindu


menjaga malam menjaga diri dalam perasaan yang tak pasti
yang jauh di sana yang dekat di sini sama rasa sama punya tak peduli
pada diri dalam keterbelengguan tak bertepi tak berarti terselimuti bayang
yang tak berkesudahan meraja menyiksa raga  berawal dari ketidakpastian
akan rencana yang sudah teragenda terlewati tanpa meninggalkan kesan
yang bisa dijadikan acuan untuk melanjutkan perjalanan

menjaga malam menjaga kerinduan yang tak pernah tak terasakan
selalu mengusik pikiran, dilupakan malah menyiksa badan
karena rasa rindu yang ada semakin menggedor meraja
menjaga malam menikmati rindu yang bersarang dalam angan

yang jauh di sana yang dekat di sini sama rasa sama memiliki
sama tak peduli pada diri, sama tak punya peduli membiarkan diri
menikmati rindu sendiri bercampur aduk menjadi adonan roti
yang tak mungkin ada yang mau menikmati

menjaga malam menikmati rindu yang tak pernah terbayang
diri terseret pada ketidakpastian bercampur aduk menjadi adonan
yang harus aku hadapi sendirian, karena yang jauh yang dekat
sudah tak berkenan memberikan perhatian
pada diri seorang

...^_^...

Sabtu, 17 September 2011

Menghindari Masalah Menghadapi Masalah

Dalam kehidupan ini kita tak mungkin bebas dari masalah, dan setiap masalah yang ada tentu membutuhkan cara bagaimana kita menghadapinya. Tapi ada juga di antara kita yang begitu tertimpa masalah, maunya menghindari masalah yang ada. Padahal, kalau kita kaji lebih dalam bahwa menghindari masalah itu sama dengan menghadapi masalah, dalam arti masalah yang lainnya. Hingga secara tidak langsung, kalau kita menghindari masalah, dengan sendirinya kita juga menambah masalah.

Teman saya berada di daerah A, menghadapi masalah tapi dia menghindarinya dan pindah ke daerah B. Apakah di daerah B, teman saya bebas dari masalah? Kenapa dia tak menghadapi saja masalah yang ada di daerah A. Bukankah setiap masalah itu ada jalan keluarnya. Mungkin saja teman saya merasa tidak mampu menghadapi masalah di daerah B. Sehingga dia menghindarinya dengan cara berpindah ke daerah B. Padahal perbuatannya itu bukan mengurangi masalah, tapi semakin menambah masalah.

Jadi pada intinya dalam tulisan singkat ini, kenapa kita harus menghindari masalah. Alangkah baiknya kita menghadapi masalah yang ada, daripada menghindari masalah tapi juga menghadapi masalah. Walau pada dasarnya masalah yang kita hadapi berbeda dengan masalah yang kita hindari. Tapi sebaik-baiknya orang itu akan kelihatan dengan sendirinya, bila mampu menghadapi masalah yang ada.

Jumat, 16 September 2011

Lagu Lama

telinga begitu suka menangkap lagu lama
yang bernada irama mendayu
bersyair asmara penuh rindu

lagu lama ingatkan kisah lama
yang pernah teralami bersama
di pantai berpasir penuh cerita
yang tak mungkin kulupa

setiap mendengarkan lagu lama
aku selalu terbawa ke suatu masa
di mana bunga-bunga asmara
mulai tumbuh bermekaran adanya

setiap mendengarkan lagu lama
aku selalu ingat pada sebuah peristiwa
yang tak mungkin terulang lagi
yang tak mungkin aku rasakan kembali

...^_^...

Selasa, 13 September 2011

Di Warung Kopi Taman Budaya

gagasan mengalir bergulir seirama jarum jam yang tak pernah hilang dari ingatan, secangkir kopi tinggal ampasnya, dialog sana sini saling menyerang, suka tak suka menyelinap antara satu konsep yang ada, tak tertinggal membicarakan teman sendiri yang saling sikut sikutan, karena bukan karya yang dijadikan ukuran, tapi kepetingan merupakan alasan yang dijadikan, kenapa harus terjadi gesekan antara seniman.

di warung kopi taman budaya, aku pendengar setia yang tak mengerti kenapa, selalu mendengar adanya kubu kubuan yang membuat diri gerah merasakan, yang membuat diri serba salah menentukan, berada di tengah salah, berada dipinggir salah, tak mengikuti perkembangan yang ada semakin salah.

mendengar obrolan para seniman, jauh sekali dari apa yang aku pikirkan, sebuah keindahan yang selama ini terpancar, ternoda adanya ketidakharmonisan antara individu yang berbeda kepentingan, mau meninggalkan terlalu sayang, karena diri sudah terlanjur basah, tak mungkin menghindari apa yang terjadi, lebih baik aku hadapi saja, tak peduli dengan anggapan dan penilaian yang akan ditimpakan pada diri

di warung kopi taman budaya, sore hari menjelang senja matahari keperaduannya, gagasan mengalir entah kapan terlaksana, terlalu banyak kosep yang diagendakan bersama, dan semua akan terwujud bila diantara kita saling sinergi menyamakan presepsi, mejauhkan diri dari kepentingan sempit diri sendiri, mengutamakan kepetingan perkembangan dunia seni itu sendiri.

Rabu, 07 September 2011

Perempuanku Di Negeri Yang Mampu

sekali bertemu belum pasti, perempuanku di negeri mampu
selalu menghubungi menegur diri menjaga hati
dari angin yang setiap hari berhembus datang menggoda diri

perempuanku di negeri mampu kemana pergi
selalu naik mobil bersopir pribadi
jauh beda dengan diri yang ke mana pergi
jalan kaki atau naik motor dekil sekali

perempuanku di negeri mampu setiap hari bermenu bergizi
yang tak mungkin mampu aku imbangi
yang tak mungkin aku saingi
karena aku hanyalah penulis puisi
yang penghasilannya tak pasti

perempuanku di negeri mampu
sekali bertemu belum tentu
angin selalu jadi tumpuhan hati
yang saling terkait dan saling memiliki
rasa cemburu pasti menjadi gangguan setiap hari
hanya kesetiaan yang termiliki
saling percaya itu pasti
akan mengawetkan cinta yang terjadi

perempuanku di negeri mampu
biarlah ruang dan waktu yang menunggu
bila kehendakNya akan bertemu
akulah yang kali pertama merasa malu
karena keterbatasan kemampuanku

Berinovasi

Kemapanan pada akhirnya membosankan dan membuat kita tak bergairah menghadapi kenyataan yang ada. Karena pada dasarnya kemapanan itu tak akan menjamin sebuah kepuasan juga. Kenapa? Karena sifat manusia pada umumnya selalu merasa kurang, selalu punya keinginan, dan tak akan merasa puas walaupun sebuah cita-citanya sudah tergenggam tangan.
Sementara itu, untuk memenuhi keinginan dalam meraih sebuah kepuasan itu diperlukan inovasi. Sedangkan berinovasi itu harus mempunyai cara yang dimana cara/kiat. Ada beberapa cara yang mungkin bisa kita jadikan acuan untuk berinovasi.
1. Berani
Sebuah keberanian itu sangat perlu dalam berinovasi, dengan keberanian seseorang akan menggapai sebuah kepuasan. Tanpa ada keberanian di dalam berinovasi, sampai kapan pun kita tidak mungkin meraih sebuah impian.
2. Kemauan
Tanpa ada kemauan, sebuah keberanian akan sia-sia saja, sementara itu untuk menumbuhkan kemauan itu perlu adanya motivasi, tanpa adanya motivasi kemauan itu tak akan bergerak.
3. Melihat peluang
Dalam hal ini peluang dalam arti kesempatan, apakah dalam berinovasi itu ada kesempatannya. Jangan hanya sekedar berinovasi yang pada akhirnya tak mengalami perubahan sama sekali.
4. Menyesuaikan ruang dan waktu
Dalam berinovasi kalau bisa kita harus mampu menyesuaikan ruang dan waktu di mana kita sedang melakukan inovasi, dalam bidang apa kita berinovasi.

Sebenarnya dari beberapa kiat berinovasi di atas tidaklah begitu penting, karena pada dasarnya berinovasi itu pada intinya bergantung di pribadi kita masing-masing.