Sabtu, 27 Agustus 2011

Kekasihkudendamku

kasih
aku sudah siap bertelanjang bulat
tanpa selembar penutup aurat
ingin menyalurkan hasrat
yang lama aku cegat

kekasihkudendamku
yang selama ini kurindu
yang selama ini kucumbu
dalam ruang dan waktu

kasih
bayanganmu menguatkan dendamku
yang ingin segera membunuhmu
dengan senjata yang sudah lama kupunya
dan belum pernah kubuat membunuh siapa-siapa

kekasihkudendamku begitu meraja
ingin segera membunuhmu dengan cinta
yang selama ini sudah aku jaga dengan setia
di mana pada peraduan malam selalu berbayang
aku membunuhmu dengan sempurna
tanpa ada darah berceceran di mana-mana
yang ada hanya hentakan nafas semata

kekasihkudendamku begitu nyata
aku tak ingin hanya dalam mimpi saja
membunuhmu dengan sempurna
begitu terjaga semakin menguatkan dendamku yang ada

kekasih
aku ingin dendam yang ada ini segera hilang
dan tak lagi membebani pikiran
aku berharap kau paham
dan siap aku bunuh kapan saja
siang atau malam

...^_^...

Kamis, 25 Agustus 2011

Mudik dan Status Ekonomi Sosial

Fenomena mudik secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi status ekonomi di lingkungan masyarakat itu sendiri. Sebab dengan cara dan dayanya para pemudik yang kembali ke kampung halamannya akan mempengaruhi keberadaannya sendiri di kampung halaman, dan tak semua pemudik akan mampu membawa perubahan status ekonomi sosialnya di keluarga. Bukankah mereka (pemudik) itu pulang kampung membawa hasil keringatnya selama setahun atau lebih. Nah disinilah mereka akan mengubah status ekonomi sosialnya, dan tak mungkin semua pemudik bisa mengubah status ekonomi sosialnya.

Bagi pemudik yang pulang kampung membawa kendaraan sendiri, atau membawa mobil sendiri. Masyarakat di kampungnya secara tidak langsung menilai dan menaikkan status ekonomi sosialnya. Di mana waktu ketemu atau berpapasan di jalan, yang berhasil itu selalu menerima penghormatan yang agak berlebih dari pada mereka yang pulang kampung masih biasa-biasa saja. Dan biasanya si pemudik yang berhasil mengubah status ekonomi sosialnya itu gaya hidupnya juga ikut berubah. Padahal waktu meninggalkan kampung pergi merantau biasa-biasa saja, bahkan bisa dikatakan ekonomi keluarganya pas-pasan.

Mudik merupakan ritual atau tradisi yang menarik untuk dikaji tersendiri, dan sejak dari tahun ke tahun yang terjadi, mudik selalu membawa persoalan yang itu-itu saja. Tapi itulah kenyataan yang tak mungkin dipungkiri, dan harus diterima apa adaanya. Yang jelas pada umumnya mereka bertujuan mengubah status ekonomi sosialnya. Ingin memperbaiki ekonomi keluarganya, sehingga mereka harus pergi merantau mencari kerja, pulang kampung setidaknya membawa perubahan ekonomi keluarga.

Oleh karena itu, apa yang terjadi tatkala masa mudik tiba? Desa-desa yang dulu lenggang tak ramai menjadi ramai, dan ekonomi di desa itu bergerak begitu cepat sekali dengan datangnya para pemudik yang sedang berlebaran. Lebaran seakan-akan menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan adanya perubahan status ekonomi sosial bagi mereka. Karena di waktu lebaran itulah, sanak saudara, handai tolan, kerabat, tetangga sebelah saling bersilaturahmi, saling kunjung mengunjungi.

Dari adanya silaturahmi atau kunjung mengunjungi itulah secara tidak langsung penilaian akan didapatkan oleh para pemudik yang pulang kampung. Penilaian yang tak secara langsung akan mempengaruhi status ekonomi sosial mereka. Sebab pada umumnya yang dilihat itu keberadaan atau keadaan si pemudik itu sendiri, serta barang apa yang di bawa pulang atau oleh-oleh apa yang dibawanya. Memang secara inplinsit tak ada yang bertanya secara langsung, tapi dari apa yang disuguhkan di meja tamu, para sanak saudara, teman atau handai tolan yang datang berkunjung sudah bisa menilai, kalau si pemudik berhasil dan mampu meningkatkan ekonomi keluarganya.

Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa mudik dan status ekonomi sosial itu merupakan sebuah hubungan atau dapat dikatakan, bahwa mudik itu dapat mempengaruhi status ekonimi sosial yang ada, terutama bagi para pemudik itu senderi. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin!***

Senin, 22 Agustus 2011

Af......dan Gurunya

Pertengkaran Af...dan kekasihnya belum berkesudahan. Sebenarnya masalahnya sepele, kalau keduanya mampu memahami kenapa pertengkaran itu terjadi. Kekasihnya cukup beralasan, kenapa seorang guru selalu memanggil Af....sebagai muridnya dengan "Sayang", itu selalu ditanyakan. Tapi Af...tak mau menjawab, dan terkesan membela gurunya.

Entah sampai kapan pertengkaran itu terjadi. Karena setiap ketemu Af...dan kekasihnya selalu gaduh, selalu bertengkar, kayak kucing dan tikus saja. Sebenarnya kekasihnya sudah cukup sabar dan memahami kesibukan Af....tapi Af....sendiri kurang bisa memahami perasaan kekasihnya. Apalagi di dalam pertengkaran itu, Af...selalu membawa-bawa nama gurunya sebagai bandingan. Dengan sendirinya kekasihnya semakin marah saja.

Nampaknya Af....suka dan senang kalau kekasihnya marah-marah terus, yang pada akhirnya Af....bingung sendiri dan merasa bersalah, mengaku bersalah. Tapi kenapa kesalahan itu tak diperbaiki. Sepertinya Af...berada di persimpangan jalan. Mau melangkah ke arah mana, Af...bingung. Sedangkan kekasihnya menuntut. Af....semakin bingung berpikir. Kerna Af...juga berat sama gurunya. Guru yang selalu memanggil dirinya dengan kata "sayang". Af...mengaku pada kekasihnya, kalau dia hanya guru. Tapi kenapa kalau guru memanggil muridnya dengan kata "sayang".

Sebenarnya apa yang diinginkan Af....? Di sisi lain Af...ingin berguru, tapi di sisi lain, kekasihnya cemburu dengan gurunya. Sementara itu, kekasihnya juga pernah berkata, sanggup menjadi guru dan sekaligus kekasihnya. Kenapa Af...tak mau? Itulah yang tidak mampu di fahami oleh kekasihnya. Af...selalu beralasan menjaga hati orang lain. Tapi dirinya sendiri menjadi korban dengan alasannya sendiri. Pikirannya selalu tak tenang, Af...selalu bingung. Padahal kalau Af...berani mengambil keputusan, akan menemukan ketenangan sendiri, dan tak terbebani pikiran yang tidak-tidak.

Mungkin saja Af...juga sayang sama gurunya, hanya saja tidak mau mengakui. Bahkan Af....tega sama kekasihnya yang tidak bisa tidur hanya gara-gara Af....tak berani mengambil keputusan. Pertengkaran Af....dan kekasihnya semakin seru, dan semakin gawat. Af...masih tak menyadarinya. Padahal kekasihnya sudah cukup sabar. Akankah pertengkaran itu berakhir, dan Af....sama kekasihnya putus, karena Af...mempertahankan gurunya. Nah...bagaimana kelanjutannya....(tunggu saja...)***

Sabtu, 20 Agustus 2011

Curigamu

Aku tak butuh kau percaya dengan apa yang aku katakan. Tapi curigamu membuatku takut sendiri, membuatku kwatir sendiri. Jangan-jangan kau hanya ingin mencari argumentasi atau alasan, agar aku membela diri, dan kau tak percaya lalu pergi tak menghiraukan aku lagi. Padahal apa yang kau curigakan itu tak pernah aku lakukan sama sekali. Sebenarnya aku membela diri, tapi aku takut kau tak percaya dengan pembelaanku. Itulah sebabnya, lebih baik aku diam dan tak mau membela diri. Apalagi meyakinkanmu, bahwa aku tak pernah macam-macam. Biarlah waktu yang akan membuktikan, benar tidaknya kecurigaanmu itu.

Selama ini aku belajar komentmen, aku belajar bicara apa adanya, aku belajar bicara jujur padamu. Tapi kau masih curiga dan selalu tak percaya dengan apa yang aku katakan. Jangan-jangan kau hanya ingin mencari persoalan agar bisa membuatku marah merah, murka segala. Lalu kau pergi tak mau lagi melihatku, dan bahkan membuangku begitu saja. Memang, aku tak mampu membuat sebuah bukti, kalau apa yang aku katakan itu benar-benar apa adanya.

Curigamu membuatku benar-benar putus asa, dan tak mau bicara lagi denganmu. Sebab, percuma saja aku bicara, kalau kau masih tak percaya, dan masih curiga. Bahkan lebih baik aku menutup diri dan tak akan membuka obrolan lagi. Selagi kau belum percaya dengan apa yang aku katakan. Aku akan membuka obrolan lagi, bila kau sudah percaya dan ingin berkomunikasi. Tapi, selagi kau tak minta aku membuka obrolan. Aku akan menutup obrolan itu sampai batas waktu yang belum pasti.

Asal kau tahu, curigamu membuat aku tak bisa tidur bermimpi, mata terus terjaga, pikiran terus melayang, dan rasa ketakutanku akan kehilangan dirimu begitu kuat sekali. Karena aku punya insting, kau mencoba mencari persoalan yang bisa membuatku marah dan tak suka padamu. Padahal itu semua tak akan menggoyahkan pikiranku, tak akan menggoyahkan pendirianku. Yang jelas, curigamu itu sia-sia belaka, dan salah besar karena aku tak pernah melakukan dengan apa yang kau curigakan.

Aku bukan manusia yang mudah ganti pakaian, yang mudah terpengaruh oleh hembusan angin, yang mudah terbawa arus dan gelombang. Kau boleh curiga dengan apa yang aku katakan, dan aku tak butuh sebuah kepercayaan, aku tak butuh sebuah keyakinan. Karena semua itu hanya akan membuatku sombong dan tak tahu diri, kalau sebenarnya aku ini hanyalah manusia biasa, yang tak berdaya dan tak punya apa-apa.***

Jumat, 19 Agustus 2011

Angin Itu Penuh Rahasia

sudah beberapa hari angin itu berhembus
menjadi bahan diskusi di meja-meja tingkat tinggi

hingga di meja-meja warung kopi

angin itu menyita waktu bahkan menyita perhatian
yang membuatku semakin penasaran
kenapa dan kenapa angin itu berputar-putar
tak berujung, tak berpangkal

kalau para akademisi tak mampu menyibak rahasia angin itu
apalagi aku yang tak mempunyai analisis

angin itu penuh rahasia yang tak mungkin mudah diterka
karena adanya pihak yang ingin menjadikan bahan
untuk meraih kepentingan yang sudah direncanakan
dan siapapun yang bermain dengan angin itu
mempunyai agenda tersendiri sebagaimana mimpi
yang telah menjadi angan-angannya selama ini

...^_^...



Dari Sebuah Mimpi

aku tak pernah berharap akan sebuah kenyataan
dari sebuah mimpi yang selama ini menjadi pijakan
untuk mengukir diri menjadi manusia
yang benar-benar manusia

aku hanya mengalir dan mengalir
mengikuti irama nada yang ada
sambil memdendangkan lagu
untuk mengimbangi irama dan nada
yang dimainkan oleh para pemusiknya

aku tak pernah memaksakan kehendak
suka apa adanya di dalam menghadapi yang ada
karena mimpiku tak terlalu kuharap
akan menjadi sebuah kenyataan


Kamis, 18 Agustus 2011

Melawan Jarak

(siti chairani)
mimpi yang sudah menjadi angan-angan kau realisasi
melawan jarak yang tak ringan tak peduli
keputusan super bulat kau tinggalkan kampung halaman
tinggalkan sanak saudara, ibu, bapak tercinta
ke pulau sebrang tempat di mana ilmu mimpimu ada

jauh jarak tempuh kau lawan dengan niat penuh
ingin merealisasikan mimpi menjadi seorang ternama
bisa mengukir dunia dengan kata-kata dan peran nyata
sebagai sutradara atau pemeran utama
membaca sajak kemana-mana
dengan suaramu yang lantang mempesona

semua mata akan terbelalak tak percaya
akan kemampuanmu yang begitu rupa
apalagi kalau kau mampu menjaga mimpimu
hingga menjadi sebuah kenyataan
kau akan mengukir sejarahmu sendiri
dan tak rugi melawan jarak yang sudah terjadi
pulang ke sarang kembali ke pangkuan ayahbunda
membawa gelar kesarjanaan dengan sempurna

...^_^...



Diikuti Bayangan Sendiri

kemana kita pergi tak akan bisa menghindari
dari bayangan kita sendiri

bagaimanapun sepak terjang kita
perbuatan kita
diikuti bayangan kita sendiri

kita bisa berkata tidak
mengindari intrograsi
tapi bayaangan kita tak munkin
tak mungkin bisa kita bohongi

apapun tingkah polah kita
tak mungkin bisa menghindari
bayangan kita sendiri

Rabu, 17 Agustus 2011

Gelombangmu Akan Membentur Karang

lepaslah lepas di mana kepuasan itu ada
kau berlaga menunjukkan diri ada
ikut arus gelombang yang bergulung
menggulung segala keinginan yang sedang
kau perjuangkan siang malam tanpa penuh keraguan
kau tinggalkan tanah pijakan orang-orang tersayang

kini gelombangmu masih penuh mesteri
bergulung berintonasi begitu tinggi
menghempaskan kapal-kapal yang pernah kau singgahi
menampar pantai, membingungkan ikan-ikan
yang selama ini menjadi teman kesetiaan di dalam
merenungi kehidupan yang sedang kau jalani

gelombangmu memang masih perkasa
hanya kapal pilihanmu yang bisa melawan
sedangkan kapal lain pasti kau hempaskan
walau kapal itu pernah kau jadikan pelabuhan

gelombangmu yang ada sekarang memang ganas
dan penuh mesteri yang membuat aku tak mengerti
begitu cepatknya kau bersikap bergelombang
tanpa mau mengenal lagi siapa aku, siapa kamu
padahal suatu saat nanti gelombangmu itu
akan membetur pantai dan kau akan menyesali diri

...^_^...

Berselimut Malam

malamku berselimut malam kelam diam
dalam ketidakpastian yang semakin mencekam
tak berkesudahan karena begitu banyak aturan
yang dipermainkan dan diperjualbelikan

hidup semakin penuh dengan godaan
yang selalu menyita waktu tak bertabrakan
malam tak lagi malam yang sepi
tapi malam yang penuh duri

setengah gigil setiap malam
aku berselimut malam sendirian
mencoba melawan perasaan yang akhir-akhir ini
mengusik diri hingga terperangkap ke dalam ketidaktenangan
yang semakin hari semakin berat kurasakan

bahkan kesadaranku sering hilang tak seimbang
dengan keinginan yang terus meradang
memberontak menggedor mendorong
agar aku terus bergerak ke dapan tanpa menoleh kebelakang

malamku berselimut malam bukan kehangatan yang kudapatkan
tapi kedinginan yang menyerang susum tulang
hingga pagi mata terjaga tak berkesudahan
dan pikiran menerawang membentur angkasa
terbang membayang setiap peristiwa
yang pernah aku alami pada masa lalu

bagai pejuang yang kalah berperang
malamku berselimut malam terkulai tak berdaya
diam dalam diam yang tak diam
karena otakku terus berontak berperang
melawan ketidakadilan dalam kehidupan

Selasa, 16 Agustus 2011

Kalam Ramadhan


Dari Ramadhan Ke Ramadhan
Oleh: Suyitno Ethex

Kenapa kita puasa dan untuk apa kita puasa? Sebuah pertanyaan yang jawabannya akan berbeda dan sesuai dengan tingkat keimanan atau pengetahuan kita terhadap puasa itu sendiri. Dari Ramadhan ke Ramadhan, apa yang kita dapatkan? Adakah perbedaan antara Ramadhan tahun lalu dengan Ramadhan tahun sekarang. Disinilah akan menjadi sebuah jawaban dari pertanyaan awal tulisan ini.
Kenapa kita puasa kalau hanya untuk sebuah penghargaan dari orang lain, kalau hanya untuk mencari simpati saja. Bahakan untuk apa kita menaham haus lapar dan dahaga, kalau kita masih suka berkata dusta, kalau kita masih suka menghalalkan segala cara untuk kepentingan kita. Lalu apa bedanya dari ramadhan yang lalu ke ramadhan yang sekarang masih tetap dan tak mengalami perubahan.
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)
Yang perlu kita ketahui puasa agar mendapatkan pahala yang sempurna tidak sekedar menahan lapar dan dahaga, akan tetapi juga menahan diri dari bujukan nafsu syahwat agar tidak terjatuh dalam kemaksiatan.
Jika bisa diibaratkan maka kita berpuasa ini seperti orang bercocok tanam. Orang bercocok tanam agar kelak panennya bagus dan melimpah harus memilih benih yang baik, itulah ibarat niat yang ikhlas. Dia juga harus memelihara tanamannya dengan prosedur-prosedur yang sesuai dengan ilmu yang benar, itulah ibarat tuntunan nabi. Dan tak lupa pula dia akan membasmi setiap hama dan penyakit yang menggangu tanaman, itulah ibarat kemaksiatan yang harus kita jauhi.
Dengan demikian, agar ada peningkatan dan Ramadhan tahun ini tak seperti Ramadhan tahun lalu. Kita harus berani mengubah sikap kita sendiri, kita harus lebih peka terhadap lingkungan kita sendiri. Jangan sampai dari Ramadhan ke Ramadhan kita hanya mendapatkan lapar saja, kita hanya mendapatkan haus saja. Oleh karena itu, tak ada kata terlambat untuk menyikapi apa yang terjadi di sekitar kita lebih bijak lagi. Jangan sampai angin yang dibawa bulan Ramadhan berhembus sia-sia tanpa dapat kita nikmati.
Angin semilir yang membelai jiwa yang ditiupkan oleh bulan Ramadhan adalah salah satu momen penting yang memberikan semangat baru kepada jiwa manusia. Bulan suci Ramadhan bagaikan sebuah universitas yang memiliki jam pelajaran padat, yang menyatukan seluruh bulan dalam setahun. Pelajaran-pelajaran yang disampaikan dalam universitas ini sangatlah bermanfaat dan membangun.
Manusia meskipun dengan seluruh uang yang dimilikinya, tidak akan mampu mendirikan universitas semacam ini. Firman Allah dalam jiwa kaum muslimin sedemikian dalam dan memberikan pengaruh, sehingga kini setelah berlalu lebih dari 14 abad sejak diturunkannya hukum puasa melalui Rasulullah Muhammad SAWW, universitas ini terus berdiri dengan diikuti oleh jutaan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia.
Bulan suci Ramadhan dengan keistimewaan yang hanya dimiliki olehnya, memainkan peran menentukan dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, pemanfaatan bulan ini sebaik-baiknya merupakan langkah pendahuluan dalam perkembangan dan pertumbuhan spiritualitas manusia di sepanjang hidupnya. Allah SWT menginginkan agar kaum muslimin di bulan ini berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan. Amal terpenting dan wajib dilakukan di bulan ini adalah puasa.       
Puasa adalah kewajiban yang sangat banyak memiliki faedah bagi jiwa dan fisik manusia. Puasa akan membuat jiwa manusia menjadi lembut, memperkuat semangat, serta mengontrol hawa nafsu. Allah menetapkan kewajiban puasa agar manusia dihiasi oleh cahaya iman, makrifat, dan akhlak yang mulia. Sebagai balasan atas kewajiban puasa ini, Allah juga memanjakan hamba-hambanya dengan pahala yang sangat besar. Allah berfirman, “Puasa berasal dari-Ku dan Akulah yang akan memberi pahala.”
Kalau puasa itu merupakan kewajiban, apakah kita akan menjalan kewajiban itu hanya semata untuk memenuhi kewajiban saja, dan ta memperhatikan bahwa kewajiban itu tidak ada artinya bila di dalam menjalaninya kita menyimpang dari aturan-arutan yang ada. Bahkan kalau kita mau jujur, berapa persen jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam, dan dari hasil itu, berapa persen yang melaksanakan ibadah puasa.
Dari Ramadhan ke Ramadhan, sekilas mengaca yang terjadi di sekitar kita. Adakah peningkatan dari ramadhan tahun lalu dalam sisi keimanan masyarakat kita. Bahkan yang terjadi mungkin sama, dari Ramadhan ke Ramadhan kita sama saja, tak ada peningkatan yang berarti, bahkan bisa dikatakan Ramadhan tahun ini tak semeriah Ramadhan tahun lalu.***

Apakah Kita Sudah Merdeka

rasa sudah lama kita tak dijajah
tapi rasanya kita belum pernah
hidup bebas menentukan arah
hidup bebas melangkah

apakah kita sudah merdeka
rasanya sudah lama kita bebas bicara
tapi kenapa selalu ada
ketakperdayaan yang nyata
dan kita tak bebas bicara

dimana kemerdekaan yang kita dapat
kalau sampai sekarang kita belum bisa berbuat
berdiri di atas kaki kita sendiri
dan masih menjadi bangsa yang terkulai
oleh sikap kita sendiri

apakah kita sudah merdeka
mari kita lihat gubuk-gubuk itu
yang berjajar berbaris di tepi kali
yang selalu mengalami tragedi
yang tak pernah hidup damai

begitu juga yang ada diperempatan jalan
di bawah lampu pengatur lalu lintas
apa yang terlihat dan terjadi
begitu kontras sekali
dengan mereka-mereka yang duduk di kursi
yang hanya bisa berdiskusi
membicarakan apa yang terjadi
tapi tak pernah ada solusi

benarkah kita sudah merdeka
rasanya kita ini belum merdeka
karena kita belum bisa
bebas dari tekanan suatu bangsa
yang membuat kita selalu tak bisa
berbuat sebebas-bebasnya

MERDEKA.....!!!
apakah kita sudah merdeka
mari kita renungkan bersama
jangan sampai jasa pahlawan yang ada
sia-sia dan tak pernah kita jaga
sebab kemerdekaan yang ada
bukan kemerdekaan dari meminta
tapi dari perjuangan yang nyata

Bagian Pembahasan

A.    Pembahasan Hasil Penelitian
1.      Pembahasan Hasil Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Powerpoint Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia
Berdasarkan hasil anaalisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran powwerpoint terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia.
Dengan perkataan lain berarti siswa yang diajar dengan penggunaan media pembelajaran powerpoint cenderung lebih tinggi hasilnya dengan siswa yang diajar tanpa penggunaan media pembelajaran powerpoint. Sebagaimana diketahui bahwa secara psikologis siswa akan lebih cepat memahami pelajaran kalau pelajaran tersebut disajikan dengan menggunakan media, termasuk penggunaan media pembelajaran powerpoint.
Dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint, berarti siswa dituntun oleh guru memperagakan materi-materi pelajaran yang disajikannya. Di samping itu, dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint pelajaran yang disajikan oleh guru akan lebih menarik karena media powerpoint dapat mengatur penampilan sindah dan semenarik mungkin, mengingat powerpoint mampu menampilkan animasi, gambar-gambar yang menarik, dan lain sebagainya.

2.      Pembahasan Hasil Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia
Hasil analisis membuktikan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia. Dengan perkataan lain siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan memperoleh prestasi belajar bahasa Indonesia yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.
Dengan demikian, semakin tinggi motivasi belajar seorang siswa, akan semakin tinggi prestasi belajar bahasa Indonesia, sebaliknya semakin rendah motivasi belajar siswa akan mengakibatkan semakin rendah pula prestasi belajarnya.

3.      Pembahasan Hasil Interaksi antara Penggunaan Media Pembelajaran Powerpoint dengan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia.
Hasil analisis pengujian hipotesis membuktikan bahwa tidak terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran powerpoint dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran powerpoint memberi pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia, terlepas dari tinggi rendahnya tingkat motivasi belajar siswa.
Demikian pula sebaliknya tingkat motivasi belajar siswa memberi pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia, terlepas dari penggunaan media pembelajaran powerpoint.

Senin, 08 Agustus 2011

Sekuntum Bunga

mekar semerbak aroma sebarkan pemikat
bagi siapa saja yang melihat
pasti terpikat

sekuntum bunga itu tumbuh penuh pesona
jadi incaran para pria pemuja cinta
dan tak sedikit pria yang tergila-gila
ingin memetik sekuntum bunga itu

angin berdesir beraroma bunga
yang harus menghadapi rayuan para pria
aku hanya bisa merasakan saja
akan kegundahan sekuntum bunga itu

sekuntum bunga itu memang indah
berwarna merah menyala menyilaukan mata
siapa pria yang tak terpesona
melihatnya

siapa yang tak ingin memiliki sekuntum bunga itu
bunga yang selalu membangkitkan kalbu
bunga yang selalu memberi inspirasiku

tapi apakah aku mampu bersaing
dengan pria lain yang juga ingin
memiliki sekuntum bunga itu

ah.....
yang belum tak kutakuti
yang sudah tak kusesali
yang penting aku harus berani
melawan apa yang ada di depan mata ini
dan aku harus mampu memetik sekuntum bunga itu
walau luka derita harus kurasa dulu


09082011

Cerpen "Akun"

Tempat itu boleh berubah mengikuti pengembang. Tempat itu boleh tergusur oleh sebuah kepentingan. Tempat itu boleh dikuasai siapapun. Tapi semua itu tak akan menghapuskan peristiwa. Peristiwa yang begitu sulit untuk aku lupakan, dan memang terlalu sayang untuk dilupakan. Di tempat itu, dengan "Terkasih" yang sebenarnya tak pernah aku mimpikan, berdua bersuka berbagi cerita, memadu asmara saling menumpahkan rindu yang lama terkunkung dalam ketidakpastian.
Sebuah kenyataan yang tak pernah terlintas di dalam benak ini. Awal mula lewat jejaring sebuah situs layanan gratis. Aku buat akun dan mencoba mencari teman untuk saling membagi pengalaman. Aku mencari teman untuk menambah wawasan. Bahkan lewat akun jejaring, aku tak hanya ingin mencari kenalan, tapi aku juga ingin mengenalkan kreatifitas yang sudah lama aku tekuni. Dengan akun jejaring aku leluasa menyebarluaskan tulisan, aku leluasa menelurkan ide-ide. Walau begitu aku juga tak lupa masih berkirim tulisan ke koran-koran atau majalah-majalah yang ada.
Percaya atau tidak, dan itu menjadi sebuah kenyataan, serta mungkin tak hanya aku saja yang mengalami keuntungan atau kerugian punya akun di sebuah jejaring. Lewat akun dengan nama tersamar, aku mengenalnya dan secara insten, setiap hari berkomunikasi yang pada akhirnya terjalinlah ikatan hati. Bahkan aku secara terus terang dan tak menutupi keadaanku sebenarnya, aku selalu mengatakan apa adanya. Ternyata dia mau menerima dan bahkan tak mempedulikan siapa aku. Dan siapa lelaki akan menghindari wanita? Apalagi wanita itu cantik mempesona.
Aku sendiri tak percaya, kalau pada akhirnya bisa bertemu dia, dan bermesraan di tempat itu seharian. Sangat diluar nalar dan tak masuk akal, tapi itulah yang terjadi dan tak mungkin aku lupakan, bahkan aku ingin di tempat itu akan berlanjut entah sampai kapan. Karena aku begitu sayang dan cinta padanya. Walau aku tahu pada akhirnya dia bukan milikku. Tapi aku punya kenyakinan dan percaya, pasti suatu saat dia menjadi miliki. Apalagi akunnya juga sudah diserahkan kepadaku. Dengan akun yang ada aku akan menjaganya, aku akan mengawasinya, aku akan memberi kebebasan kepadanya. Karena aku percaya suatu saat dia pasti kembali ke pangkuanku, dan aku siap menerimanya dengan apa adaanya. Itu semua bukan tanpa dasar, kenapa aku siap menerima sisa-sisa dari sisa yang ada. Karena aku punya keyakinan dan aku percaya, bahwa akulah orang lain yang pertama melumat bibirnya, di temapt itu!***

Rabu, 03 Agustus 2011

Pasar-Pasar Menjelang Lebaran

menggeliat kuat meronta berteriak lantang
pagi siang hingga malam banyak orang
kaki-kali melangkah bersamgung tak terputus
jauh sari sepi yang ada hanya ramai

harga jual meloncak-loncat senang
dari bahan baku sampai yang sudah jadi
dari pakaian sehari-hari hingga telur nasi
dari harga terasi sampai ikan asin
semua tanpa terkecuali merangkak naik tinggi
aku hanya bisa geleng-geleng kepala
tak mungkin tak menngikuti
apa yang terjadi di depan mata ini

pasar-pasar menjelang lebaran
menyita perhatian menyita keuangan
gaji sebulan tak mungkin bisa mengatasi
kebutuhan lebaran yang tak lama lagi
jalan pintas pilihan yang selalu menjadi
alternatif untuk menutupi kebutuhan idulu fitri
dengan cara pinjam sana pinjam sini
lebaran pergi tinggal hitung sendiri
berapa pinjaman yang harus dilunasi

pasar-pasar menjelang lebaran
tak pernah sepi dari keramaian
tak pernah tidur siang malam
transasksi terjadi sepanjang jalan
siapa yang kalah, siapa yang menang
hasil dari sebuah perjuangan

di sana di sini di mana saja
pasar-pasar menjelang lebaran
persaingannya sama tak beda
saling tawar harga sebagaimana mestinya
si penjual dan si pembeli sama-sama
mempertahankan pendapatnya

nota, 4082011

Selasa, 02 Agustus 2011

Malam Seribu Bulan

malam yang selalu menjadi impian
malam yang selalu ditunggu
malam yang selalu dirundu
malam seribu bulan

dalam bulan ramadhan ada malam
yang menjadi incaran orang-orang beriman
penuh harap sangat bisa mendapatkan
malam yang katanya penuh keindahan

malam itu malam yang sahdu
daun-daun tertunduk berdzikir
hembusan angin sepoi merayu
gemintang memancar keindahan
suasana begitu tenang
para sufi menggambarkan
malam itu malam penuh kedamaian

sebuah malam yang tak ada di bulan lain
selain bulan ramadhan
malam seribu bulan
terlalu sulit untuk dilukiskan
sebuah malam yang menjadi incaran
sebuah malam yang menjadi harapan
orang-orang yang beriman

tiga puluh malam dalam ramadhan
hanya satu malam yang jadi incaran
entah malam keberapa
malam itu datangnya

ada yang memberi tanda-tanda
malam itu datangnya di minggu terakhir
pada malam ganjil
tapi ada juga yang berkata lain
hingga kita pun tak berani memastikan
kapan datangnya malam itu
dan kita hanya bisa menunggu
datangnya malam seribu bulan itu
dengan perbanyak iktikaf
berdzikir di rumah Tuhan


nota, 2 ramadhan 2011

Senin, 01 Agustus 2011

Kidung Ramadhan

kau jangan membuat kidung ramadhan bernada sumbang
hanya karena kau masih menyimpan kesombongan
keangkuhan yang tak selayaknya masih kau tebar
di bulan yang suci penuh pengampunan ini

aku tahu kalau kau mendendam akan sebuah kesetiaan
yang selama hidupmu belum pernah kau rasakan
hingga kau tak mampu mengukur kesetiaan itu sendiri
pada tingkat mana yang harus terpenuhi

kidung ramadhan akan mengalun sahdu
kalau kau mampu mengendalikan nafsu
yang membuatmu terlalu cemburu
pada sebuah kesetiaan yang kau mau

menjaga segala nafsu yang ada di bulan puasa
tak hanya waktu ibadah saja terlihat nyata
sementara dalam kenyataan tertangkap mata
begitu banyak kontradiksi yang terjadi
antara ibadah dan kehidupan sehari-hari

aku ingin kau menyadari akan sebuah kesetiaan
yang pada hakekatnya akan terasakan
kalau kau sendiri juga setia pada apa yang pernah kau bicarakan

kidung ramadhan terlalu sayang kalau kau imbangi
dengan musikmu yang tak seirama dengan kidung yang ada
kidung yang penuh pasrah kepadaNya
alangkah merdunya kalau kau bisa
mengimbangi dengan musik yang sesuai
menghilangkan rasa dendam dan iri

aku tahu kalau kau sebenarnya tak punya rasa dendam
dan bahkan pemaaf penuh kasih sayang
hanya karena angin yang setiap hari datang
mampu menggoyahkan keyakinan dan keimanan
dan tanpa kau sadari juga dalam dirimu
ada ego yang begitu dominan
membuat kidung ramadhan yang kau dengarkan
belum mampu kau tangkap sebuah kebenaran
yang tersirat dalam kidung ramadhan

kidung ramadhan tiap tahun mengalun
bersyukurlah masih diberi kesempatan
mendengarkan kidung ramadhan
dan kidung ramadhan yang masih terdengar
kita imbangi dengan musik yang sesuai
agak kau dan aku memperoleh janji
yang ada dalam bulan suci

nota, 1 ramadhon