Aku tak butuh kau percaya dengan apa yang aku katakan. Tapi curigamu membuatku takut sendiri, membuatku kwatir sendiri. Jangan-jangan kau hanya ingin mencari argumentasi atau alasan, agar aku membela diri, dan kau tak percaya lalu pergi tak menghiraukan aku lagi. Padahal apa yang kau curigakan itu tak pernah aku lakukan sama sekali. Sebenarnya aku membela diri, tapi aku takut kau tak percaya dengan pembelaanku. Itulah sebabnya, lebih baik aku diam dan tak mau membela diri. Apalagi meyakinkanmu, bahwa aku tak pernah macam-macam. Biarlah waktu yang akan membuktikan, benar tidaknya kecurigaanmu itu.
Selama ini aku belajar komentmen, aku belajar bicara apa adanya, aku belajar bicara jujur padamu. Tapi kau masih curiga dan selalu tak percaya dengan apa yang aku katakan. Jangan-jangan kau hanya ingin mencari persoalan agar bisa membuatku marah merah, murka segala. Lalu kau pergi tak mau lagi melihatku, dan bahkan membuangku begitu saja. Memang, aku tak mampu membuat sebuah bukti, kalau apa yang aku katakan itu benar-benar apa adanya.
Curigamu membuatku benar-benar putus asa, dan tak mau bicara lagi denganmu. Sebab, percuma saja aku bicara, kalau kau masih tak percaya, dan masih curiga. Bahkan lebih baik aku menutup diri dan tak akan membuka obrolan lagi. Selagi kau belum percaya dengan apa yang aku katakan. Aku akan membuka obrolan lagi, bila kau sudah percaya dan ingin berkomunikasi. Tapi, selagi kau tak minta aku membuka obrolan. Aku akan menutup obrolan itu sampai batas waktu yang belum pasti.
Asal kau tahu, curigamu membuat aku tak bisa tidur bermimpi, mata terus terjaga, pikiran terus melayang, dan rasa ketakutanku akan kehilangan dirimu begitu kuat sekali. Karena aku punya insting, kau mencoba mencari persoalan yang bisa membuatku marah dan tak suka padamu. Padahal itu semua tak akan menggoyahkan pikiranku, tak akan menggoyahkan pendirianku. Yang jelas, curigamu itu sia-sia belaka, dan salah besar karena aku tak pernah melakukan dengan apa yang kau curigakan.
Aku bukan manusia yang mudah ganti pakaian, yang mudah terpengaruh oleh hembusan angin, yang mudah terbawa arus dan gelombang. Kau boleh curiga dengan apa yang aku katakan, dan aku tak butuh sebuah kepercayaan, aku tak butuh sebuah keyakinan. Karena semua itu hanya akan membuatku sombong dan tak tahu diri, kalau sebenarnya aku ini hanyalah manusia biasa, yang tak berdaya dan tak punya apa-apa.***
Selama ini aku belajar komentmen, aku belajar bicara apa adanya, aku belajar bicara jujur padamu. Tapi kau masih curiga dan selalu tak percaya dengan apa yang aku katakan. Jangan-jangan kau hanya ingin mencari persoalan agar bisa membuatku marah merah, murka segala. Lalu kau pergi tak mau lagi melihatku, dan bahkan membuangku begitu saja. Memang, aku tak mampu membuat sebuah bukti, kalau apa yang aku katakan itu benar-benar apa adanya.
Curigamu membuatku benar-benar putus asa, dan tak mau bicara lagi denganmu. Sebab, percuma saja aku bicara, kalau kau masih tak percaya, dan masih curiga. Bahkan lebih baik aku menutup diri dan tak akan membuka obrolan lagi. Selagi kau belum percaya dengan apa yang aku katakan. Aku akan membuka obrolan lagi, bila kau sudah percaya dan ingin berkomunikasi. Tapi, selagi kau tak minta aku membuka obrolan. Aku akan menutup obrolan itu sampai batas waktu yang belum pasti.
Asal kau tahu, curigamu membuat aku tak bisa tidur bermimpi, mata terus terjaga, pikiran terus melayang, dan rasa ketakutanku akan kehilangan dirimu begitu kuat sekali. Karena aku punya insting, kau mencoba mencari persoalan yang bisa membuatku marah dan tak suka padamu. Padahal itu semua tak akan menggoyahkan pikiranku, tak akan menggoyahkan pendirianku. Yang jelas, curigamu itu sia-sia belaka, dan salah besar karena aku tak pernah melakukan dengan apa yang kau curigakan.
Aku bukan manusia yang mudah ganti pakaian, yang mudah terpengaruh oleh hembusan angin, yang mudah terbawa arus dan gelombang. Kau boleh curiga dengan apa yang aku katakan, dan aku tak butuh sebuah kepercayaan, aku tak butuh sebuah keyakinan. Karena semua itu hanya akan membuatku sombong dan tak tahu diri, kalau sebenarnya aku ini hanyalah manusia biasa, yang tak berdaya dan tak punya apa-apa.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar