Pertengkaran Af...dan kekasihnya belum berkesudahan. Sebenarnya masalahnya sepele, kalau keduanya mampu memahami kenapa pertengkaran itu terjadi. Kekasihnya cukup beralasan, kenapa seorang guru selalu memanggil Af....sebagai muridnya dengan "Sayang", itu selalu ditanyakan. Tapi Af...tak mau menjawab, dan terkesan membela gurunya.
Entah sampai kapan pertengkaran itu terjadi. Karena setiap ketemu Af...dan kekasihnya selalu gaduh, selalu bertengkar, kayak kucing dan tikus saja. Sebenarnya kekasihnya sudah cukup sabar dan memahami kesibukan Af....tapi Af....sendiri kurang bisa memahami perasaan kekasihnya. Apalagi di dalam pertengkaran itu, Af...selalu membawa-bawa nama gurunya sebagai bandingan. Dengan sendirinya kekasihnya semakin marah saja.
Nampaknya Af....suka dan senang kalau kekasihnya marah-marah terus, yang pada akhirnya Af....bingung sendiri dan merasa bersalah, mengaku bersalah. Tapi kenapa kesalahan itu tak diperbaiki. Sepertinya Af...berada di persimpangan jalan. Mau melangkah ke arah mana, Af...bingung. Sedangkan kekasihnya menuntut. Af....semakin bingung berpikir. Kerna Af...juga berat sama gurunya. Guru yang selalu memanggil dirinya dengan kata "sayang". Af...mengaku pada kekasihnya, kalau dia hanya guru. Tapi kenapa kalau guru memanggil muridnya dengan kata "sayang".
Sebenarnya apa yang diinginkan Af....? Di sisi lain Af...ingin berguru, tapi di sisi lain, kekasihnya cemburu dengan gurunya. Sementara itu, kekasihnya juga pernah berkata, sanggup menjadi guru dan sekaligus kekasihnya. Kenapa Af...tak mau? Itulah yang tidak mampu di fahami oleh kekasihnya. Af...selalu beralasan menjaga hati orang lain. Tapi dirinya sendiri menjadi korban dengan alasannya sendiri. Pikirannya selalu tak tenang, Af...selalu bingung. Padahal kalau Af...berani mengambil keputusan, akan menemukan ketenangan sendiri, dan tak terbebani pikiran yang tidak-tidak.
Mungkin saja Af...juga sayang sama gurunya, hanya saja tidak mau mengakui. Bahkan Af....tega sama kekasihnya yang tidak bisa tidur hanya gara-gara Af....tak berani mengambil keputusan. Pertengkaran Af....dan kekasihnya semakin seru, dan semakin gawat. Af...masih tak menyadarinya. Padahal kekasihnya sudah cukup sabar. Akankah pertengkaran itu berakhir, dan Af....sama kekasihnya putus, karena Af...mempertahankan gurunya. Nah...bagaimana kelanjutannya....(tunggu saja...)***
Entah sampai kapan pertengkaran itu terjadi. Karena setiap ketemu Af...dan kekasihnya selalu gaduh, selalu bertengkar, kayak kucing dan tikus saja. Sebenarnya kekasihnya sudah cukup sabar dan memahami kesibukan Af....tapi Af....sendiri kurang bisa memahami perasaan kekasihnya. Apalagi di dalam pertengkaran itu, Af...selalu membawa-bawa nama gurunya sebagai bandingan. Dengan sendirinya kekasihnya semakin marah saja.
Nampaknya Af....suka dan senang kalau kekasihnya marah-marah terus, yang pada akhirnya Af....bingung sendiri dan merasa bersalah, mengaku bersalah. Tapi kenapa kesalahan itu tak diperbaiki. Sepertinya Af...berada di persimpangan jalan. Mau melangkah ke arah mana, Af...bingung. Sedangkan kekasihnya menuntut. Af....semakin bingung berpikir. Kerna Af...juga berat sama gurunya. Guru yang selalu memanggil dirinya dengan kata "sayang". Af...mengaku pada kekasihnya, kalau dia hanya guru. Tapi kenapa kalau guru memanggil muridnya dengan kata "sayang".
Sebenarnya apa yang diinginkan Af....? Di sisi lain Af...ingin berguru, tapi di sisi lain, kekasihnya cemburu dengan gurunya. Sementara itu, kekasihnya juga pernah berkata, sanggup menjadi guru dan sekaligus kekasihnya. Kenapa Af...tak mau? Itulah yang tidak mampu di fahami oleh kekasihnya. Af...selalu beralasan menjaga hati orang lain. Tapi dirinya sendiri menjadi korban dengan alasannya sendiri. Pikirannya selalu tak tenang, Af...selalu bingung. Padahal kalau Af...berani mengambil keputusan, akan menemukan ketenangan sendiri, dan tak terbebani pikiran yang tidak-tidak.
Mungkin saja Af...juga sayang sama gurunya, hanya saja tidak mau mengakui. Bahkan Af....tega sama kekasihnya yang tidak bisa tidur hanya gara-gara Af....tak berani mengambil keputusan. Pertengkaran Af....dan kekasihnya semakin seru, dan semakin gawat. Af...masih tak menyadarinya. Padahal kekasihnya sudah cukup sabar. Akankah pertengkaran itu berakhir, dan Af....sama kekasihnya putus, karena Af...mempertahankan gurunya. Nah...bagaimana kelanjutannya....(tunggu saja...)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar