Rabu, 17 Agustus 2011

Berselimut Malam

malamku berselimut malam kelam diam
dalam ketidakpastian yang semakin mencekam
tak berkesudahan karena begitu banyak aturan
yang dipermainkan dan diperjualbelikan

hidup semakin penuh dengan godaan
yang selalu menyita waktu tak bertabrakan
malam tak lagi malam yang sepi
tapi malam yang penuh duri

setengah gigil setiap malam
aku berselimut malam sendirian
mencoba melawan perasaan yang akhir-akhir ini
mengusik diri hingga terperangkap ke dalam ketidaktenangan
yang semakin hari semakin berat kurasakan

bahkan kesadaranku sering hilang tak seimbang
dengan keinginan yang terus meradang
memberontak menggedor mendorong
agar aku terus bergerak ke dapan tanpa menoleh kebelakang

malamku berselimut malam bukan kehangatan yang kudapatkan
tapi kedinginan yang menyerang susum tulang
hingga pagi mata terjaga tak berkesudahan
dan pikiran menerawang membentur angkasa
terbang membayang setiap peristiwa
yang pernah aku alami pada masa lalu

bagai pejuang yang kalah berperang
malamku berselimut malam terkulai tak berdaya
diam dalam diam yang tak diam
karena otakku terus berontak berperang
melawan ketidakadilan dalam kehidupan

Tidak ada komentar: