Rabu, 28 September 2011

Af........Tergenggam Terlepas

Seiring detak waktu bergulirnya roda menggilas peradaban. Perubahan tak mungkin terhindari, dan harus aku terima walau terkadang menimbulkan sesal diri. Af.....tergenggam terlepas tak mungkin bisa diam, tak bergerak, dan aku harus meningkatkan kesabaran, kesetiaan kalau masih ingin bersamanya. Af.....tatkala tergenggam begitu manja, begitu sayang, begitu penuh perhatian, dan menumpahkan segala perasaannya. Tatkala itulah, aku menemukan sebuah ketulusan cinta yang sudah lama terimpikan.

Sayang, tatkala terlepas tak tergenggam. Af.....selalu berpolah yang membangkitkan cemburu dendam, membangkitkan kejengkelan. Aku harus kuat melihat dan menerima apa yang dilakukannya. Walau perasaan terasa tersiksa, tapi aku tak mungkin melarangnya, karena Af....punya hak asasi yang tak mungkin bisa aku ambil paksa. Aku tak mau melarang hak asasi seseorang, walaupun aku harus menahan perasaan yang begitu berat terasakan.

Af......tergenggam terlepas begitu aku rasa selama menjalin tali ikatan, dan tali itu kadang terasa kuat mengikat, tapi kadang terasa longgar yang membuat aku kwatir Af....berpaling ke yang lain, karena banyak kumbang-kumbang lanang yang lebih berharga, yang lebih mapan, yang lebih punya, dan bahkan yang lebih mempunyai sayap untuk terbang leluasa. Sebuah kwatiran yang aku kira cukup beralasan, karena aku hanyalah kumbang lanang yang kurang bisa memberikan kedamaian sebagaimana mestinya. Aku hanyalah kumbang lanang yang hanya bisa berkata cinta, tapi tak bisa memberikan harta.

Tergenggam terlepas, Af.....selalu membuatku penasaran, selalu membuatku tak mengerti dengan apa yang dikehendakinya. Bila tergenggam begitu mesra penuh kerinduannya ditumpahkan. Bila terlepas, selalu menggoda perasaan, dan seakan tak punya konsisten dengan apa yang pernah dikatakan. Af.....ah......!

Tidak ada komentar: