Dalam kehidupan sehari-hari kita tak mungkin menghindari dan lepas dari adanya waktu dan ruang yang bebeda-beda. Perbedaan waktu dan ruang secara tidak langsung akan menuntut kita untuk melakukan adabtasi, menyesuaikan diri atau memahami waktu dan ruang yang ada. Apalagi bagi kita yang punya kerja multi komplek atau setidaknya dalam guliran waktu 24 jam sehari semalam harus menghadapi waktu dan ruang yang berbeda-beda. Jelas dituntut untuk mampu memahami waktu dan ruang yang ada.
Sebuah ilustrasi, seorang kreatif disamping mempunyai pekerjaan tetap, yakni seorang pegawai, sorenya menjadi seorang pengajar, kadang menjadi narasumber atau moderator sebuah seminar. Pagi berangkat ke kantor berperan sebagai pegawai yang harus taat pada atasan, yang harus taat pada undang-undang dan peraturan. Jam kantor sudah ditentukan, dan dia memenuhi. Begitu jam kantor habis, dia pergi mengajar di sebuah PT swasta, di mana dia harus menjadi seorang pengajar yang bijaksana.
Kalau dia tak mampu memahami waktu dan ruang di mana berada, tak mungkin dia mampu bekerja professional. Tapi karena dia mampu memahami waktu dan ruang yang ada, karena dia mampu berperan sebagaimana kebutuhan yang ada. Maka dia bias bekerja secara professional. Keberhasilan seseorang itu secara nyata juga bias dipengaruhi oleh pemahaman orang itu sendiri. Mampukah orang itu memahami waktu dan ruang di mana dirinya sedang berada.
Sebagaimana actor atau pemain teater yang mahir, karena dia mampu mehamami peran yang diberikan sutradara, maka dia mampu menjadi pemain teater yang handal dan menuai keberhasilan. Nah…dalam hal ini dapat kita tarik ke dalam diri kita sendiri. Apakah selama ini kita sudah mampu menyesuikan diri, mampu memahami waktu dan ruang di mana kita berada, dan juga tak kalah pentingnya mampu memahami diri kita sendiri, mempu memahami kemampuan kita sendiri.
Disinilah sebuah pembelajaran yang mungkin dapat kita ambil hikmahnya atau setidaknya untuk penyadaran diri kita sendiri. Karena pada intinya, keberhasilan itu terpulang pada diri kita sendiri. Bukan tergantung pada orang lain ataupun adanya modal yang banyak. Orang lain hanyalah efeknya saja, begitu juga modal. Biarpun modal banyak dan orang lain sering memberikan masukan, tapi kalau diri kita tak mampu memahaminya, mana mungkin kita dapat mencapai kesuksesan yang kita harapkan.
Memang banyak factor yang bias mempengaruhi keberhasilan seseorang, dan dari beberapa factor yang ada, waktu dan ruang merupakan factor yang utama. Sebab kalau kita mampu memahami waktu dan ruang di mana kita sedang berada, dan kita bias memanfaatkan waktu dan ruang yang ada sesuai dengan kemampuan yang kita meliki, niscaya kita akan dianggap berhasil oleh orang lain. Lalu bagaimana kiatnya agar kita mampu memahami waktu dan ruang yang ada? Bagaimana kita memanfaatkan waktu dan ruang yang ada?
Padahal untuk memahami waktu dan ruang itu sendiri sudah membutuhkan kemampuan tersendiri, apalagi memanfaatkan waktu dan ruang yang ada. Sementara itu, selama ini belum ada pelatihan bagaimana memahami waktu dan ruang, bagaimana memanfaatkan waktu dan ruang. Sebuah bidang garapan yang selama ini terabaikan dan tak ada yang memperhatikan. Padahal, dengan kemampuan memahami waktu dan ruang. Secara tak langsung kita akan mampu memanfaatkan waktu dan ruang itu sendiri.
Singkat coretan ini, dapat diambil garis bawahnya, memahami waktu dan ruang akan menghantarkan diri kita meraih kesuksesan. Karena dengan memahami waktu dan ruang di mana kita berada, secara tidak langsung kita akan mudah menyesuaikan diri dan pada akhirnya mampu mendayagunakan waktu dan ruang yang ada. Semoga kita berhasil!***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar